Nama Kul Indah Terseret Dugaan Beberapa Kasus, Aparat Didesak Bertindak Tegas

0
113

Info Makassar Terkini | Seorang oknum wartawan berinisial Kul Indah , yang disebut-sebut berafiliasi dengan beberapa media online seperti Fakta62.info, Ungkapfakta, dan g-Media, melaporkan diduga terlibat dalam sejumlah kasus yang dinilai mencoreng profesi jurnalis.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, terdapat beberapa peristiwa berbeda yang melibatkan oknum tersebut. Dugaan kasus tersebut antara lain pemerasan dan pengancaman di salah satu sekolah, dugaan sketsa terhadap seorang warga di kantor polisi wilayah Jalan Ahmad Yani, dugaan kekerasan terhadap rekan sesama wartawan di sebuah hotel, hingga kejadian dugaan sketsa di area Masjid Polda Sulawesi Selatan.

 

Kronologi Dugaan Peristiwa

 

1. Dugaan pemerasan dan pengancaman di sekolah

Oknum wartawan tersebut melaporkan melakukan tekanan dan dugaan pemerasan terhadap pihak sekolah terkait pemberitaan.

 

2. Dugaan pembongkaran di kantor polisi

Insiden ini terjadi di salah satu ruangan bagian narkoba di wilayah Ahmad Yani, di mana seorang warga mengaku mengalami tindakan kekerasan.

 

3. Dugaan interpretasi terhadap rekan media di hotel

Peristiwa ini disebut terjadi saat berlangsungnya pertemuan sejumlah media awak.

 

4. Dugaan interpretasi di Masjid Polda Sulsel

Kejadian ini disebut terjadi di lingkungan rumah ibadah dan memicu reaksi dari sejumlah jurnalis.

 

Tanggapan Pimpinan Redaksi

 

Pimpinan Redaksi Jejakterkini, Ros Mini Dg Kebo, saat diwawancarai media awak menyampaikan menyampaikan dugaan atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan oknum tersebut tidak mencerminkan etika jurnalistik.

 

“Kami meminta agar persoalan ini diproses sesuai hukum yang berlaku. Profesi jurnalis adalah profesi yang mulia dan harus dijaga marwahnya,” ujarnya.

 

Sementara itu, Koordinator Daerah Jejakterkini, Fajar Ahmad Wahyuddin, juga memberikan pernyataan bahwa memberikan harapan menyeluruh dari semua pihak agar tidak terjadi simpang siur informasi di tengah masyarakat.

 

Harapan Korban

 

Salah satu pihak yang mengaku menjadi korban dugaannya, Rosmiani, meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

 

“Kami memohon kepada pihak kepolisian agar kasus ini diproses secara adil dan transparan,” katanya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terlapor belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Pihak kepolisian juga diharapkan segera melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi yang tersebar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here